Kayu albasia adalah salah satu jenis material yang bisa dipakai untuk produksi kursi taman. Material kursi taman ini sendiri masuk Kelas awet III-IV yang memperlihatkan ketahanan alaminya tak setinggi kayu ulin maupun jati. Meski begitu, albasia (Falcataria moluccana) terbukti tahan rayap setelah melalui proses impregnasi atau pengawetan.
Baca Juga: Pengertian Kayu Solid Sebagai Material Andalan Kursi Taman

Pengertian dan Karakteristik Teknis Kayu Albasia untuk Konstruksi Furnitur
Kayu albasia adalah kayu yang diperoleh dari pohon sengon. Biasanya kayu ini siap dipanen saat usia pohonnya sudah 5-7 tahun. Namun perlu pahami, kayu ini memiliki karakteristik tersendiri yang membedakannya dengan jenis pohon lainnya. Berikut beberapa diantaranya:
- Memiliki warna putih yang bisa berubah jadi kekuningan ketika baru dipotong. Namun sesudah proses pengeringan, warnanya jadi coklat muda sampai coklat tua hangat.
- Serat batang kasar dan bentuknya lurus. Namun kadang kala juga bisa bergelombang.
- Densitas rendah sekitar 0,33 g/cm³. Karena densitasnya yang rendah, albasia sangat menyerap cairan. Untuk penggunaan outdoor, pastikan menggunakan teknik pengerjaan ‘wood filler‘ yang tepat sebelum aplikasi top coat agar kayu tidak cepat melapuk akibat kelembapan.
- Tekstur lunak sampai sedang. Saat diserut, kayu ini cenderung cepat halus namun butuh mata pisau yang tajam agar serat tidak pecah.
- Anti rayap. Berbeda dengan jati yang memiliki minyak alami, albasia membutuhkan treatment pengawetan ACQ dengan metode rendaman untuk mencapai standar ketahanan rayap optimal. Lalu re-coating setiap 6-12 bulan.
Kayu albasia nyatanya juga memiliki banyak kelebihan sebagaimana yang diungkap oleh tim produksi TRIPLEKA FURNITURE. Bahan tersebut mudah diolah jadi berbagai produk furnitur, termasuk kursi. Sifatnya yang ringan memang melancarkan proses pengerjaan.
Finishing dengan pemberian antirayap sehingga kursi taman Albasia bisa bertahan lama di cuaca ekstrem. Dalam pengalaman kami di workshop, albasia sering kali memerlukan pengamplasan ekstra pada bagian end-grain karena sifatnya yang sangat menyerap cairan finishing.
Kursi Taman Kayu Albasia vs Kayu Jati
Kursi taman bisa dibuat dengan kayu albasia maupun jati. Agar lebih mudah memilihnya, bisa perhatikan perbandingannya terlebih dulu.
| Parameter | Kayu Albasia (Sengon) | Kayu Jati (Tectona grandis) |
| Berat Jenis (BJ) | 0,24-0,49 | 0,62-0,75 |
| Penyusutan | Cenderung Tinggi | Sangat Rendah (Stabil) |
| Kelas Awet | III – IV | I – II |
| Aplikasi Terbaik | Furnitur Portabel / Eco-friendly | Investasi Jangka Panjang |
Kayu albasia cenderung disukai oleh pengguna yang terburu-buru membutuhkannya. Hal ini karena proses pengerjaannya lebih singkat. Sementara untuk kayu jati recommended bagi pengguna yang menginginkan furnitur awet.
Baca Juga: Kayu Ulin vs Kayu Jati, Bahan Populer untuk Produksi Kursi Taman
Kayu albasia adalah bahan berkualitas yang nyatanya tak hanya cocok untuk furnitur indoor saja. Akan tetapi, juga outdoor asalkan memenuhi standar SNI 7973:2013. Albasia cocok untuk taman di kafe outdoor dengan konsep bongkar pasang. Namun bukan untuk kursi taman permanen di area curah hujan tinggi.
*Ditinjau oleh Ahmad Khotep, owner toko mebel terkemuka yang pernah menempuh pendidikan di Unisnu Jepara.

Saya owner Furniture Pesona Jepara yang pernah menempuh pendidikan di Unisnu Jepara. Selain sebagai owner, saya juga memiliki passion tersendiri di bidang ini. Melalui web ini, saya siap bagikan informasi menarik seputar furniture, terutama kursi taman.



